Jumat, 08 Juli 2011

Klas Mamalia

Drs. I WAYAN SUANA
OLEH:

  • Ø NI KETUT MURNIATI                                  (2009.V.2.0063)
  • Ø NI WAYAN EKAYUNI                                   (2009.V.2.0064)
  • Ø NI LUH PUTU FUJISUKARDI AGUSTINI (2009.V.2.0065)
  • Ø NI MADE WIJAYANTI                                  (2009.V.2.0066)
  • Ø A.A.PADMA MULYASARI                            (2009.V.2.0068)
  • Ø NI NYOMAN SRIANI                                     (2009.V.2.0072)
  • Ø NI WAYAN PURNIARI                                  (2009.V.2.0073)
  • Ø NI MADE DEVI KUSUMAYANTHI             (2009.V.2.0082)
  • Ø NI MADE NINIK                                             (2009.V.2.0088)
  • Ø NI KOMANG PRADNYANI WULAN SARI       (2009.V.2.0091)

JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN
ILMU PENGETAHUAN ALAM
INSTITUT KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
(IKIP) PGRI BALI
2011
KATA PENGANTAR

“Om Swastyastu”
Puja dan puji syukur penulis panjatkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, karena atas berkat rahmatnyalah penulis dapat menyelesaikan tugas Profesi Pendidikan yang di tugaskan oleh dosen Dra. I Gusti Ayu Rai,M.Si, yang berjudul “KELAS MAMALIA” selesai tepat pada waktunya.
Tentu saja dalam penyelesaian karya ilmiah ini selaku penulis tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada pihak yang telah membantu sehingga  karya ilmiah ini dapat penulis selesaikan tepat pada waktunya.
Penulis menyadari karya ilmiah ini masih jauh dari sempurna, maka dari itu penulis mohon saran dan kritik dari pembaca demi menyempurnakan karya ilmiah ini di kemudian hari. Atas kritik dan sarannya penulis ucapkan terimakasih.
“Om Shantih, Shantih, Shantih Om”


Gianyar, 2 Juni 2011

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ……………………………………………………………………………..
DAFTAR ISI ………………………………………………………………………………………….
BAB I. PENDAHULUAN ………………………………………………………………………
  1. Latar Belakang
  2. Rumusan Masalah
  3. Tujuan dan Manfaat
BAB II.PEMBAHASAN
  1. Konsep Dasar Sikap Dan Prilaku
  2. Sikap Dan Prilaku Guru Yang Profesional
  3. Faktor Penyebab Sikap dan Prilaku Guru Menyimpang
BAB III PENUTUP
  1. Kesimpulan
B . Saran
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

  1. A.    Latar Belakang Masalah
Kingdom animalia memiliki beberapa tingkatan untuk membagi hewan-hewan yang terdapat di muka bumi ini. Tingkatan tertinggi pada kingdom animalia tersebut adalah mamalia. Pada umumnya, semua jenis mamalia memiliki rambut yang menutupi tubuhnya. Jumlah rambut tersebut berbeda-beda antara spesies yang satu dengan yang lain. Ada spesies yang seluruh tubuhnya ditutupi oleh rambut dan ada pula spesies yang hanya memiliki rambut di tempat-tempat tertentu pada bagian tubuhnya. Mamalia merupakan hewan yang bersifat homoioterm atau sering disebut hewan berdarah panas. Hal ini dikarenakan kemampuannya untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar.
Sebutan mamalia sendiri berasal dari keberadaan glandula (kelenjar) mamae pada tubuh mereka yang berfungsi sebagai penyuplai susu. Seperti yang kita ketahui bahwa mamalia betina menyusui anaknya dengan memanfaatkan keberadaan kelenjar tersebut. Walaupun mamalia jantan tidak menyusui anaknya, bukan berarti mereka tidak memiliki kelenjar mamae. Semua mamalia memiliki kelenjar mamae, tetapi pada mamalia jantan kelenjar ini tidaklah berfungsi sebagaimana pada mamalia betina.
Seperti telah dikatakan sebelumnya bahwa mamalia merupakan tingkatan tertinggi pada kerajaan hewan. Hal ini mengakibatkan segala proses yang dilakukan oleh mamalia lebih tinggi daripada jenis animalia lainnya. Mulai dari sistem pencernaan, pernafasan, peredaran darah, urogenital, hingga sistem syarafnya. Oleh karena itu perlulah kita mengetahui tentang karakteristik, struktur tubuh, cara hidup, dan habitat dari class mamalia beserta peranannya dalam kehidupan manusia guna menunjang pengetahuan kita.




  1. B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka dapat dirumuskan suatu permasalahan secara terperinci dengan materi pembelajaran yang terangkum antara lain:
  1. Bagaimanakah pengertian mamalia?
  2. Bagaimanakah ciri-ciri mamalia?
  3. Bagaimanakah struktur tubuh mamalia?
  4. Bagaimanakah anatomi tubuh mamalia?
  5. Bagaimanakah klasifikasi mamalia?
  1. C.    Tujuan
  1. Untuk mengetahui pengertian mamalia.
  2. Untuk mengetahui ciri-ciri mamalia.
  3. Untuk mengetahui strukturtubuh mamalia.
  4. Untuk mengetahui anatomi tubuh mamalia.
  5. Untuk mengetahui klasifikasi mamalia.


BAB II
PEMBAHASAN

Binatang menyusui atau mamalia adalah kelas hewan vertebrata yang terutama dicirikan oleh adanya Kelenjar susu, yang pada betina menghasilkan susu sebagai sumber makanan anaknya; adanya rambut; dan tubuh yang endoterm atau berdarah panasOtak mengatur sistem peredaran darah, termasuk jantung yang beruang empat. Mamalia terdiri lebih dari 5.000 genus, yang tersebar dalam 425 keluarga dan hingga 46 ordo, meskipun hal ini tergantung klasifikasi ilmiah yang dipakai. Termasuk di dalam kelas ini adalah anjing, kelinci, tikus, lumba-lumba, kucing, berang-berang, gajah, kanguru, kelelawar, kera, kuda, manusia, dan lain-lain.
Secara filogenetik, yang disebut Mamalia adalah semua turunan dari nenek moyang monotremata dan mamalia therian plasenta dan berkantung atau (marsupial). Mamalia berasal dari kata mammilae yang berarti hewan menyusui, suatu kelas vertebrata (hewan bertulang belakang) dengan ciri seperti adanya bulu dibadan dan adanya kelenjar susu pada betina. Semua spesies mamalia memiliki kelenjar susu. Mamalia terdiri dari monotremata (hewan berkloaka atau mamalia petelur). Marsupialia (hewan berkantung atau hewan dengan kantung tempat anaknya tinggal beberapa waktu sesudah lahir) dan mamalia placental disebut juga placentalia (hewan yang memberi makan pada janin melalui placenta sejati).

  1. A.    Ciri-Ciri Hewan Mamalia
Hewan Mamalia memiliki ciri-ciri khusus sebagai berikut:
  1. Betina memiliki kelenjar susu disisi bawah tubuh (didada, perut bahkan diketiak). Kelenjar susu memliki puting, susu didapat dengan menghisap puting. Monotremata tidak memiliki puting. Produksi susu diatur hormon yang keluar waktu hamil, jantan hanya memiliki kelenjar susu yang sudah menyusut.
  2. Tubuh biasanya di liputi bulu atau rambut yang lepas secara periodic.
  3. Cranium atau tempurung kepala memiliki dua occipitale condyle.
  4. Regio nasalis (bagian dari hidung) umumnya silindris; mulutnya mengandung gigi (jarang tidak terdapat) yang tertanam dalam kantung (Aviola).
  5. Memiliki 4 anggota atau kaki (kecuali anjing laut dan singa laut tidak memiliki kaki belakang).
  6. Cor atau jantung sempurna terbagi atas 4 ruangan (dua Auricula, dua Ventricula), hanya archus aorticus sinistrum masih ada,, erythrocytnya tidak berinti, biasanya bulat.
  7. Pernafasannya hanya dengan pulmo (paru-paru), larynx mempunyai tali suara, memiliki musculus diaphragmaticus yang sempurna memisahkan pulmo dan cor dengan rongga abdominalis.
  8. Memiliki vesica urinaria; Hsil ekskresi berupa cairan urine
  9. Memilki dua belas Nervi cranialis, otak berkembang baik.
  10. Suhu Tubuh tetap (Homoiotherm)
  11. Pada hewan jantan memilki alat Kopulasi berupa Penis, Testis umumnya terdapat dalam scrotum yang terletak di luar abdomen.

  1. B.     STRUKTUR DAN FUNGSI


Bentuk tubuh bermacam-macam di bungkus oleh kulit yang berbulu dan berambut, terdiri atas caput cervix dan truncus. Pada caput terdapat rima oris yang di batasi oleh labium superior (bibir atas) dan labium inferior (bibir bawah). Diatas mulut terdapat nares yang merupakan dua celah yang condong. Oganon visus memiliki pelpebrae superior dan pelpebra inferior. Dibelakang Oganon visus terdapat auriculae atau pinnae (daun telinga) sebagai corong dari porus acusticus exsterna (lubang telinga luar).
Truncus dipisahkan dari caput columna vertebrae cervicalis dan dibagi atass beberapa daerahThorax, Abdomen, Dorsum, Glutea (pantat), pirenium yaitu daerah sempit antara lubang anus dan urogenitalis.

  1. a.        Penutup Tubuh
Penutup Tubuh berupa kulit lunak dan tipis kecuali bagian kaki hewan tertentu. Kulit pada Mamalia tersusun atas lapisan epidermis, dermis serta hypodermis atau daerah subkutan. Epiderpis tersusun atas 3 lapisan. Stratum korneum yang tersusun atas sel  sel mati bertanduk dan dapat terkelupas ketebalan dari lapisan ini bervariasi di berbagai daerah permukaan tubuh antara hewan yang satu dengan yang lainnya. Variasi ketebalan terganting dari fungsinya dan letaknya, misalnya pada telapak kaki umumnya lebih tebal.
Lapisan selanjutnya adalah statum granulosum yang sel-selnya mengalami keratinisasi. Lapisan terdalam adalah stratum basal, pada bagian ini sel-sel kulit bagian terdahulu berasal dan dihasilkan melalui pembelahan sel (mitosis) yang mengarah keluar. Epidermis tidak memiliki pembuluh yang mengalirkan darah dan suplai makanan yang dibutuhkan sel stratum basale disalurkan lewat difusi nutrisi oleh lapisan dibawahnya (dermis).


Lapisan dermis merupakan lapisan yang tersusun atas jaringan pengikat, beberapa kali lebih tebal dari epidermis. Dermis dibangun oleh stratum retikulare terdiri atas jaringan pengikat padat dan stratum papilare yang terdiri atas jaringan pengikat longgar.Baik stratum retikulare dan stratum papilare mengandungserabut kolagen dan serabut elstis yang bertanggung jawab terhadap elastisitas dan kekuatan kulit.Didalam dermis juga terdapat akar-akar rambut,otot penegak, rambut, kelenjar keringat, kelenjar minyak, pembuluh darah dan saraf. Rambut mamalia secara embriologis merupakan struktur estodermis yang berasal dari lapisan Malpighi epidermis. Secara structural sayatan melintang batang rambut, tersusun atas tiga lapisan utama yaitu lapisan inti (medulla) yang bersel kuboid satu longgar terkadang berpigmen. Bagian luar medulla ini adalah lapisan seperti kulit disebut lapisan korteks, sel-sel berbentuk fusiformis tersusun sangat kuat, ada yang mengandung pigmen da nada yang tidak, tebal lapisan ini berbeda-beda untuk tiap spesies. Lapisan luar batang rambut berupa kutikula, tersusun atas sel rata, menyerupai sisi, biasanya tidak berpigmen, bentik dan susunannya biasanya berbeda-beda untuk tiap spesies tetapi sisik umumnya dibagi menjadi dua kelompok yaitu imbrikata dan koranal. Sisik imbrikata tersusun saling tumpang tindih satu sama lain seperti sirap, sedangkan sisik koronal mengelilingi batang rambut dan menyerupai tudung bertumpul.Rambut yang dibelah melintang tampak silkuler dan rata. Rambut yang halus memiliki batang yang bundar, sedangkan rambut yang kriting memiliki batang yang datar. Rambut mamalia umumnya terbagi menjadi dua kategori yaitu rambut kasar (guard hair) dan rambut halus (under hair). Rambut kasar umumnya lebih besar dan mudah dilihat, sedangkan rambut halus umumnya lebuh halus, pendek dan tidak tampak jelas kecuali rambut itu dipisah, rambut kasar lebih dominan dari pada rambut halus.

  1. b.        Skeleton
Sistem rangka atau skeleton pada mamalia terdiri dari tulang tengkorak atau vertebrae singulum pectoralis beserta extremitas cranialis, singulum pelvicus beserta extremitas caudalis. Tulang tengkorak keras merupakan suatu kotak yang tersusun atas sebagian tulang yang bersenyawa pada bagian sutura. Bagian fasial terdapat nostril disebelah dorsal dan sepasang orbita sebagai tempat biji mata dan di sebelah ventral terdapat plat (dataran) dengan tepi tulang atas yang mengandung gigi disebelah luar orbita terdapat archus zygomaticus.
Pada permukaan sebelah posterior terdapat lubang furamen magnum yang dilalui oleh medulla spinalis yang berhubungan dengan otak. Disebelah kanan kiri furamen magnum terdapat occipiatale condyle yang merupakan sendi yang berhubungan dengan vertebrae pertama atau atas.Rahang bawah yang mengandung gigi terdiri atas sebuah tulang yang bersendi dengan tulang aquamosa pada cranium.Columna vertebralis tersusun sedemikian rupa sehingga lentur sebagai pendukung tubuh dan pelindung medulla spinalis (nervecord).
Costas disebelah ventral tersambung dengan sternum,sehingga membentuk suatu rongga melindungi organ yang vital dan memungkinkan proses gerak respirasi. Cingulum pectoralis diletakkan pada torax oleh musculus dan didukung oleh extremitas caranialis. extremitas caranialis dapat dibagi atas:
  • Brachium (lengan atas)
  • Antibrachium (lengan bawah)
  • Manus (tangan)

  1. c.         System musculus
Bila dibandingkan dengan vertebrata rendah mamalia memiliki musculus segmen pada vertebrae dan costae lebih sedikit dan sehubungan dengan pekerjaan yang lebih baik pada kepala,leher,dan ekstremitas berkembang biak. Anggota tubuh terproyeksi kearah ventral tidak seperti amphibi dan Reptilia (kearah lateral).
Diantara musculus yang penting bila kulit dibuka antara lain ialah:
  1. Musculus Masetterkanan kiri yang melekat pada rahang atas dan rahang bawah, musculi ini kuat berguna untuk mengunyah.
  1. Musculus Masetter kanan kiri yang melekat pada rahang atas dan rahang bawah.
  2. Musculus sterno cephalica kanan kiri leher memanjang, menggandeng kepala dan sternum.
  3. Musculus pectoralisberbentuk lebar melekat pada sternum dan humerus terdiri atas dua bagian
  4. Musculus rectus abdominalisditengah tengah perut, menghubungkan pelvicus dengan sternum. Menutup ruang perut pada ventral(bawah)
  5. Musculus obliqus abdominalisterdiri atas dua bagian yaitu musculus oblicus externa dan musculus obluqus interna, Musculus tersebut menutup perut bagian samping.
  6. Musculus transverses abdominalis terletak dibawah musculus obliqus interna.
  7. Musculus intercostalisterdiri atas dua bagian yaitu musculus intercostalis interna dan musculus intercostalis externa terdapat diantara costae
  8. Musculus latissimus dorsiterdapat diatas punggung, membujur dari leher hingga tulang pelvicus.
  9. Musculus musculus yang terdapat pada tiap-tiap extremitas anterior dan posterior berfungsi menggerakkkan kaki dan bagian-bagiannnya.
Salah satu ciri mamalia yaitu rongga tubuh terbagi atas dua bagian oleh otot daging melintang diaphragm yang diliputi oleh peritoneum. Coelom (rongga tubuh) yang terbagi itu adalah cavum abdominalis (bagian posterior) yang berisi vicera lainnya.

  1. d.        System digestoria
Tractus digestivus terdiri atas beberapa bagian beserta alat-alat tambahannya, yaitu :
  1. Cavum oris:
Rongga ini dibentuk oleh atap dan dasar, matap terdiri atas:
  1. palatum durum yang berupa langit-langit keras di sebelah anterior
  2. palatum molle yang berupa langit-langit lunak disebelah posterior dan tepi posteriornya disebut velum palatine.Dasar rongga mulut adalah lunak.
Organon dalam cavum oris yaitu:
1)      Dentes (mufrad:dens), tertanam dalam alveolus (lobang dalam rahang). Tiap dens terdiri atas tiga bagian yakni radix (akar) berada dalam alveolus, corona (mahkota) yang terletak diluar, dan collum (leher) adalah antara radix dan corona.
Macam gigi Mamalia dibagi atas:
  1. Dens incisivus (gigi seri) berbenruk seperti pahat berguna untuk memotong atau mengerat. Pada hewan pengerat hanya dataran muka yang dilapisi lemak yang keras dan gigi itu tumbuh terus
  2. Dens caninus (gigi taring) runcing berguna untuk menyobek. Pada hewan carnivore tumbuh dan berkembang dengan baik.
  3. Premolare (geraham muka)coronanya mempunyai crista dari email yang melintang dan tajam, berguna untuk mengunyah.
  4. Molare (geraham belakang)terdapat di sebelah posterior dari peomolare. Coronanya juga bercrista dan berfungsi untuk mengunyah.
Rumus gigi disimpulkan sebagai berikut I.C.P.M. untuk setengah dari rahang.
Rumus gigi anak kucing digambarkan sebagai berikut:


Rumua gigi kucing dewasa


Rumus gigi marmot (cavia cobaya)


Sifat-sifat gigi adalah
  • Thecodont yakni tiap-tiap gigi tertanam dalam alveolus.
  • Diphyodont yaitu pembentukan gigi (dentis) dua kali maka ada dentes dicidui (gigi susu) dan dentes permentes (gigi tetap). Polyphodon, gigi tetap dari awal tidak diganti.
  • Heterodont bentuk gigi tidak semua sama.
  • Lophodont, gigi memiliki cristae (rigi) yang melintang pada coronannya.
2)      Lingua (lidah) suatu musculus yang dilapisi oleh mucosa yang penuh mengandung papillae (tonjolan-tonjolan kecil), kelompok-kelompok sel indra cita rasa.Kelompok sel itu disebut gemnae gustatoria yang berhubungan dengan ujung-ujung saraf dan hanya dapat dilihat secara microscopis.
Cavum oris mempunyai hubungan dengan rongga-rongga lainnya yaitu dengan pharynx, yang terbagi atas tiga bagian cavum naso pharyngeum, yang berbatasan dengan cavum laryngo pharyngeym yang berhubungan dengan larynx.
Cavum nasi melalui dua jalan yaitu disebelah anterior melalui dua celah.canalis nasopalatinus yang terdapat dibelakang dentes incivisi pada palatum durum dan disebelah posterior pada akhor cavum, palatine dan disebut nares posteriores atau choane.
Kelenjar ludah yang bermuara pada cavum oris yaitu:
  • Sepasang glandulae parotis yang terletak dibelakang mandibula disebelah luar.
  • Sepasang glandulae sub mandibularis terletak dibawah tepi mandibula.
  • Sepasang glandulae sub lingualis terletak di bawah lingua
  • Sepasang glandulae infra orbitalis terletak dibawah bulbus osili (bola mata).
  1. Pharynx
Bagian pharynx telah dikemukakan dimuka .Cavum naso phartngeum dipisahkan dari cavum oro pharyngeum oleh palatum molle (langit lunak). Pada cavum nasi pharyngeum terdapat dua muara ostium pharyngeum tu bae auditivae Eustachii dari pipa auditiva Eustachii yang dating dari rongga telinga.
Pharynx sebagai rongga dibelakang mulut merupakan persimpangan jalan belakang dan jalan respirasi. Dibawah lidah sebelah ventral tedapat tulang respirasi atau glottis. Bila makanan melalui lubang itu akan ditutup oleh klep anterior yang disebut epiglottis.
  1. Oesophagus:
Merupakan pipa musculus yang sempit sebagai lanjutan pharynx. Pipa ini melalui cervix (leher) masuk kedalam thorax. Selanjutnya menembus diaphragm melalui hiatus oesophagus meninggalkan cavum thoraxicalis masuk ke dalam abdonalis.
  1. Venticulus:
Merupakan bentuk kantung sebagai lanjutan dari oesophagus. Dibedakan atas:
  1. Pars cardiaca atau cardia tempat muara oesophagus.
  2. Pars pylorica atau pylorus sebagai bagian akhir dan selanjutnya bersambungggg dengan duodenum (intestinum).
Fundus sebagai ruang sebelah caudal dari cardia. Banyak mengandung kelenjar-kelenjar yang mengeluarkan sekresi berupa pepsine dan HCI, Fundus memiliki dua lengkung yang kecil disebut curvature minor, sedang yang besar disebut curvature mayor.
Dinding ventriculus dari sebelah dalam kesebelah luar adalahmuccosa (selaput lendir) dan tunica muscularis lapisan otot daging.yang terakhir itu tersusun atasstratum longitudinale yaitu suatu otot daging memanjang sebelah luar, stratum circulare suatu otot daging melingkar sebelah tengah, dan fitrae obliqus suatu serabut condong sebelah dalam. Bagian ini hanya terdapat pada bagian fundus. Pada mamalia pemamah biak ventriculus terbagi atas bagian-bagianrumen, reticulum. omasum, dan abomasum (ventriculus sebenarnya).
  1. Intestinum (usus):
Usus merupakan saluran berkelok-kelok tempat penyarapan zat-zat makanan setelah mengalami perombakan yang terakhir berbagai enzim. Panjang pendeknya intestinum erat hubungannya dengan makanannya. Intestinum hewan carnivore dan insectivore adalah pendek sedang pada hewan rodensia dan herbivore dalah panjang sesudah dinding intestinum pada pokoknya adalah sama dengan venticulus, hanya berbeda disebelah luar terdapat tambahan selaput jaringan otot yang disebut serosa. Pada lapisan mucosa didaerah dekat ventriculus banyak mengandung kelenjar-kelenjar, pembuluh darah dan pembuluh lympe. Ketiga hal itu sehubungan dengan proses penyerapan zat-zat makanan.
Intestinum dari cranial ke caudal dapat dibagi atas:
  1. Intestinum tenue, dapat dibedakan atas duodenum yang biasanya berbentuk U, jejunum dan ileum.
  2. Intestinum crassum, dimulai setelah caesum yang merupakan batas antara intestinum tenue dan intestinum crausum, colon ascenden yang naik, colon discenden yang turun ke colon sigmoideum yang umumnya berbentuk angka delpan, dan berakhir dengan rectum.

Perbedaan makroskopis antara intestinum tunue dan intestinum crassum dapat kita lihat pada dinding luarnya. Intestinum tenue dinding luarnya rata licin, sedang pada intestinum crassum memiliki:
  1. Haustrae yaitu bagian dinding luar yang menonjol convex ke luar
  2. Incisura yaitu bagian dinding yang melekuk ke dalam terletak antara dua haustrae.
  3. Taenia yaitu otot daging luar yang longitudinal yang pada tempat tertentu berkelompok dan tampak jelas sebagai pita.
Ketiga bagian ini terjadi karena pada ontogeny lapisan otot cirulair tumbuhnya lebih cepat dari pada yang longitudinal.
Akhirnya rectum bermuara keluar sebagai anus.Glandulae digestoriae (kelenjar pencernaan), dapat dibagi menjadi 4, yaitu:
  1. Glandulae salivarae (kelenjar ludah). Penjelasan telah dikemukakan dimuka.
  2. Glandulae mucosae, terdapat pada dinding sebelah dalam dari ventriculus dan intestinum (terutama intestinum tunue).
  3. Hepar (hati)
Suatu kelenjar yang besar berwarna kecoklat-coklatan terletak disebelah kanan dibawah diaphragm, terbagi atas beberapa lobi. Dari tiap lobi terdapat ductus hepaticus yang mengeluarkan sekresi ke Vesica fellea (kantung empedu).Dari sini akan keluar ducus cysticus yang selanyutnya akan bertemu dengan ductus pancreaticus bersama membentuk ductus cholidocus yang bermuara dibagian cranial duodenum
  1. Pancreas
Kelenjar ini terletak antara pars ascendens dan pars descendens dari duodenum berwarna merah muda, bersaluran yang disebut ductus pancreaticus yang akhirnya bersatu dengan ductus cysticus membentuk ductus cholidocus. Saluran yang terakhir ini akan menuangkan sekresinya ke duodenum.
Kecuali itu pada pancreas terdapat sel yang disebut insulae langerhensi (Island or Langerhans) menghasilkan sekresi (hormon) berupa insuline yang langsung masuk pembuluh darah.

  1. e.         Systema respiration
Udara masuk ke nare anterior (nostril) terus melalui cavum nasi yang dipisahkan oleh septum nasi menjadi rongga kanan kiri. Rongga itu dinding sebelah dalam dilapisi oleh sel epitel bermucosa guna pembersihan dan pemanasan udara. Dibelakang rongga yang lunak itu melalui dua celah nares posterior(choane) masuk rongga simpangan pharynx ke dalam glottis masuk larynx(kotak suara) yang tersusun atas beberapa tulang rawan dan berisi tali suara. Dengan tali suara itu mamalia dapat mengeluarkan suara. Dari larynx udara lewat kebawah dalam saluran udara uang disebut trachea terus bercabang cavum thoracalis. Tiap bronchi bercabang lagi dalam pulmo menjadi bronchioli dan berakhir dengan alvieoli. Gelembung alvieoli ini diliputi oleh pembuluh kapiler dan padanya terjadi pertukaran zat O2  CO2 sebagai respirasi luar. Pulmo berstruktur spon yang elastis, masing-masing pulmo terdapat rongga pleura.

  1. f.         Systema circulatoria

Sirkulasi darah dalam tubuh mamalia adalah tertutup dengan melalui pembuluh-pembuluh darah dengan cor sebagai pusatnya. Darah terdiri atas plasma darah dan butir darah (porpuscula) yang berupa sel darah merah,sel darah putih dan keeping-keping darah.Sel darah merah tidak seperti sel darah merah pada vertebrata rendah berbentuk bulat pipih biconcave,tidak bernukleus.
Cor terletak dalam cavum thoracalis, terbungkus oleh kantung pericardium yang terdiri atas dua lembaran yakni lamina panistalis sebelah luar dan lamina viceralis yang menempel pada dinding cor sendiri. Diantara kedua lembar itu terbentuk cavum pericardii yang berisi liquor pericardii.
Cor terbagi atas 4 ruang yakni atrium sinistrum dan dextrum, ventriculum dextrum dan sinistrum seperti halnya Aves. Peredaran darah dari cork e pulmo adalah sama, dari ventriculum sinistrum ketubuh adalah berbeda, karena pada mamalia melalui archus aorticus sinistrum, sedang pada Aves melalui archus aorticus dextrum. Dari archus itu tumbuh cabang truncus anonimus yang pendek yang kemudian bercabang menjadi arteri subclavin sinistrum dan dextrum,arteri carolis communis dextrum ke kepala bagian kanan. Arteri carolis communis sinistrum ke kepala bagian kiri. Selanjutnya melalui archus acrticus membelok sebagai aorta dorsalis atau aorta abdomalis, terus memberikan cabang-cabang kea rah posterior ke alat-alat visceral, dinding tubuh,extremitas posterior dan akhirnya sebagai arteri caudalis ke cauda.
Sistem vena terdiri atas sepasang vena jugularis dari daerah kepala, leher dan vena subclavia dari extremitas anterior akan mengandung pada vena pre cava yang akan masuk ke dalam Auriculum dextrum.Vena cava posterior mengembalikan darah dari cauda,extremitas posterior,ren,gonad, dan musculus dorsalis.Sedang dari tractus digestive, darah kembali melalui system vena porta terus masuk ke dalam auricilum dextrum. System vena portae renalis tidak ada lagi.
Lien (limpa) berbentuk silindris atau panjang pipih sebagai massa yang berwarna gelap terletak dibelakang ventriculus (lambung).

g. System nervorum
System saraf terdiri atas 2 bagian yaitupusat saraf dan saraf perifer. Sebagai pusat adalah otak dan medula spinalis (sumsum tulang belakang). Otak secara proposional adalah besar bila dibandingkan dengan klas sebelumnya. Hemespherium cerebri meluas hingga menutupi bagian lainnya dan pada permukaannya terdapat bentuk-bentuk yang disebut sulci (singularsulcus) sebagai parit-parit yang masuk kedalam dan gyri (singulargyrus)merupakan bagian convex menonjol pada permukaan. Hal ini sebagai usaha memperluas permukaan otak,tapi tanpa makan tempat terlalu banyak. Sulci membagi otak menjadi daerah-daerah masing-masing disebut lobus (jamak:lobi). Kedua bagian hemisphericum cerebri kanan kiri di sebelah luar dipisahkan oleh celah yang disebut fissura longitudinalis sedang disebelah dalam dipadukan oleh suatu sabuk pengikat yang disebut corpus collasum. Cerebellum (otak kecil) juga luas juga memiliki lekukan yang kompleks. Terdiri atas bagian tengah yang disebut vermis atau centralis dan lobuslateralis sinistrum dan dextrum yang terdapat di sebelah kanan kiri dari vermis.
Pada otak terdapat 12 nervi cranialis dan dari medulla spinalis, pada tiap-tiap ruas akan. keluar nervi spinalis yang member persarafan pada tiap-tiap segmen tubuh ke perifer. Badan- badan atau simpul system simpatis terletak sebelah ventral dari vertebrae. Pada bagian tengah telinga pada mamalia terdiri atasmaleus, incus, stapes. Getaran yang melalui ketiga tulang tersebut dari membrane tympani akan diteruskan pada membrane jendela jorong ke badan cochlea {rumah siput) yang spiral berisi benda cair diteruskan oleh saraf ke pusat pendengar pada otak.

h. Systema excretoria


Dua buah ren terletak didaerah lumbalis sebelah atas peritoneum (retroperitoneal). Cairan urine akan keluar dari masing-masing ren kebawah melalui pembuluh ureter ditampung sementara dalam vesica urinaria yang terletak di media ventralis dari rectum. Secara periodic musculus dinding vesica urinaria berkontraksi sehingga urine akan keluar melalui pembuluh uretra. Pada hewan betina berakhir pada apertura urogenitalis, tapi pada hewan jantan uretra berada dalam pennis dan berakhir pada ujungnya. Dengan demikian uretra pada pennis merupakan jalan umum untuk urine dan cairan sperma. Proses pembersihan darah dalam ren adalah proses filtrasi dan reabsorbsi selektif.

  1. i.          Systema reproductive

Organ genital jantan:
  1. ductus deferens:saluran sperma
  2. uretermenghubungkan ginjal dengan kandung kemih/vesica urinaria
  3. vesica urinariakantung kemih/kantung urin
  4. colonusus besar
  5. uretrasaluran pembuangan urin
  6. tulang kemaluan
  7. kelenjar prostat
  8. rektum
  9. kelenjar bulbo-uretralis
  10. preputium kulit pembungkus penis
  11. penis
  12. testisorgan penghasil sperma
Pada hewan jantan terdapat testis yang terletak dalam scrotum yang merupakan perluasan kulit ganda dari rongga abdomen di sebelah bawah atau muka anus. Antara rongga scrotumdan abdomen terdapat saluran terhubung yang disebut canalis inguinalis. Dari masing-masing testes (jamak;testis) sperma dikumpulkan melalui pembuluh epidydemus terus ke saluran sperma atau vasa deferensia. Saluaran ini bersama-sama pembuluh darah dan saraf pada canalis inguinalis membentuk funiculus spermaticus masuk dalam rongga abdomen. Kedua vasa deferensia pada akhirnya masuk dasar urethra membentuk saluran umum urogenitalis melalui alat kopulasi penis yang akan menstransfer sperma kedalam vagina hewan betina pada waktu kopulasi. Terdapat dua kelenjar yakni glandulae prostata yang terletak sekitar dasar urethra dan glandulae bulbo urethralis atau glandulae Cowperi yang terletak juga pada sekitar urethra pangkal pennis. Kedua kelenjar itu mengeluarkan yang sifatnya memudahkan dalam transfer sperma. Kecuali kedua macam kelenjar tersebut beberapa jenis mamalia memiliki glandulae vesicalis (kadang  kadang dengan salah disebut vesica seminalis) dan glandulae inguinalis yang terletak pada pangkal penniskelenjar itu mengeluarkan getah berbau yang memasang hewan betina.
Hewan betina memiliki dua ovari yang terletak dibelakang ren. Sebelah lateral dari masing-masing ovarium terdapat pembuluh ostium yang selanjutnya berhubungan dengan saluran silindris oviduct (tuba falopii). Kedua oviduct itu membentuk saluran yang berdinding tebal yang disebut uterus. Beberapa jenis mamalia masing-masing oviduct menggabungkan diri menjadi satu rongga. Dari uterus itu terjulur saluran yang disebut vagina yang terletak antara vesica urinaria dan rectum dan berakhir pada muara urogenitalis. Disebalah ventral dari muara urogenetalis terdapat badan kecil yang di sebut clitoris yang homolog dengan pennis pada hewan jantan.
Dalam reproduksi ova (mufradovum) di hasilkan oleh folicullus graafi (follicle de Graff) yang kemudian masuk ostia. Didalam oviduct ova akan akan dibuahi oleh sperma yang pindah dari vagina setelah kopulasi. Ova yang telah di buahi akan memisahkan diri pergi menempel dengan kuat pada dinding cornu uterus atau pada uterus. Dalam proses selanjutnya terbentuk membrana fetalis dan placenta. Melalui placenta itu embrio mendapat makanan dari induknya selama dalam kandungan sampai lahir.

Sistematik
Kelas mamalia dibagi atas 3 Sub Klas
  1. Sub klas 1 Prototheria
Adapun ciri-ciri dari sub-kelas Prototheria antara lain:
  • Tidak memiliki pinna didalam telinga.
  • Hanya ada gigi pada saat baru dewasa dengan paruh bertanduk.
  • Kloaka adalah berada di uterus dan terbukanya sinus urinogenital.
  • Kelenjar susu tanpa putting susu.
  • Memiliki otot dada besar mengelilingi tulang coracoids dan interclavicles.
  • Memiliki panggul mengelilingi tulang epipubic memperpanjang dari tulang pinggul.
  • Ruas-ruas tulang belakang tanpa epiphyses.
  • Tulang rusuk hanya memiliki sepasang hoad, tuberculum tidak ada.
  • Terdapat tulang tengkuk.
  • Didalam tengkorak, tympanic dan lacrimals tidak ada;jugal berkurang.
  • Tidak terdapat tubuh badan callosum didalam otak.
  • Selaput telinga adalah proses sederhana dari sacculus dan tanpa bergulung.

  1. Sub Klas 2 Allotheria, sudah punah
-

  1. Sub klas 3 Theria
Ciri-ciri umum dari sub-kelasTheria, antara lain:
  1. Mencakup binatang berkantung dan mamalia placental.
  2. Pendengaran selalu dengan pinna eksternal.
  3. Gigi juga selalu ada pada saat mudah dan dewasa.
  4. Tanpa kloaka.
  5. Kelenjar susu terdapat puting susu.
  6. Testes biasanya didalam kantong scrotal.


BAB III
PENUTUP

  1. A.    Kesimpulan
  • Mamalia hidup dibumi dengan persebaran yang luas, habitatnya ada didarat, laut, udara dan air tawar.
  • Secara morfologi, struktur tubuhnya tertutup oleh rambut, mempunyai tangan dua dan kakinya juga dua, dan kemudian memiliki kelenjar mamae.
  • Secara anatomi tubuhnya, strukturnya lebih maju dibandingkan kelas sebelumnya, dimana ruang jantungnya terdiri atas empat ruang dengan sekat yang sempurna, pernafasannya dengan pharynx dan mamalia merupakan hewan beranak (vivipara).
  • Klasifikasinya dibagi menjadi 3 sub kelas, yaiyuprototheria, allotheria dan theria, dimana ketiganya akan dibagi lagi menjadi beberapa ordo.

  1. B.     Saran
  • Hendaknya sebelum melakukan proses pembelajaran, mahassiwa telahmengetahui terlebih dahulu dan mengenal nama hewan-hewan yang akan dipelajari.
  • Hendaknya proses pembelajaran dilakukan seefektif mungkin agar dapat diperoleh hasil yang maksimal.
 DAFTAR PUSTAKA

Boolootian, Richard A; stales, Karla, coltege Zoology Mimillan, College Zoology, New York, London, 1981
http://slametirvan.wordpress.com/2011/02/20/hewan-mamalia/

Sikap Dan Prilaku Guru Yang Profesional Di Dalam Mengembangkan Potensi Peserta Didik

IKAP DAN PRILAKU GURU YANG PROFESIONAL DI DALAM MENGEMBANGKAN POTENSI PESERTA DIDIK


Drs. I WAYAN SUANA
OLEH:
NI MADE NINIK (2009.V.2.0088)

JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN
ILMU PENGETAHUAN ALAM
INSTITUT KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
(IKIP) PGRI BALI
2010
KATA PENGANTAR

“Om Swastyastu”
Puja dan puji syukur penulis panjatkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, karena atas berkat rahmatnyalah penulis dapat menyelesaikan tugas Profesi Pendidikan yang di tugaskan oleh dosen Drs. I Wayan Suana, yang berjudul “SIKAP DAN PRILAKU GURU YANG PROFESIONAL DI DALAM MENGEMBANGKAN POTENSI PESERTA DIDIK” selesai tepat pada waktunya.
Tentu saja dalam penyelesaian karya ilmiah ini selaku penulis tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah membantu sehingga karya ilmiah ini dapat penulis selesaikan tepat pada waktunya.
Penulis menyadari karya ilmiah ini masih jauh dari sempurna, maka dari itu penulis mohon saran dan kritik dari pembaca demi menyempurnakan karya ilmiah ini di kemudian hari. Atas kritik dan sarannya penulis ucapkan terima kasih.
“Om Shantih, Shantih, Shantih Om”


Gianyar, 25 Oktober 2010

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I. PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang
  2. Rumusan Masalah
  3. Tujuan dan Manfaat
BAB II.PEMBAHASAN
  1. Konsep Dasar Sikap Dan Prilaku
  2. Sikap Dan Prilaku Guru Yang Profesional
  3. Faktor Penyebab Sikap dan Prilaku Guru Menyimpang

BAB III PENUTUP
  1. Kesimpulan
B . Saran
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang Masalah
Guru merupakan sosok yang begitu dihormati lantaran memiliki andil yang sangat besar terhadap keberhasilan pembelajaran di sekolah. Guru sangat berperan dalam membantu perkembangan peserta didik untuk mewujudkan tujuan hidupnya secara optimal. Ketika orang tua mendaftarkan anaknya ke sekolah, pada saat itu juga ia menaruh harapan terhadap guru, agar anaknya dapat berkembang secara optimal (Mulyasa, 2005:1
Minat, bakat, kemampuan, dan potensi peserta didik tidak akan berkembang secara optimal tanpa bantuan guru. Dalam kaitan ini guru perlu memperhatikan peserta didik secara individual. Tugas guru tidak hanya mengajar, namun juga mendidik, mengasuh, membimbing, dan membentuk kepribadian siswa guna menyiapkan dan mengembangkan sumber daya manusia (SDM).
Dunia pendidikan yang harusnya penuh dengan kasih sayang, tempat untuk belajar tentang moral, budi pekerti justru sekarang ini dekat dengan tindak kekarasan dan asusila. Dunia yang seharusnya mencerminkan sikap-sikap intelektual, budi pekerti, dan menjunjung tinggi nilai moral, justru telah dicoreng oleh segelintir oknum pendidik (guru) yang tidak bertanggung jawab. Realitas ini mengandung pesan bahwa dunia guru harus segera melakukan evaluasi ke dalam. Sepertinya, sudah waktunya untuk melakukan pelurusan kembali atas pemahaman dalam memposisikan profesi guru.
Kesalahan guru dalam memahami profesinya akan mengakibatkan bergesernya fungsi guru secara perlahan-lahan. Pergeseran ini telah menyebabkan dua pihak yang tadinya sama-sama membawa kepentingan dan saling membutuhkan, yakni guru dan siswa, menjadi tidak lagi saling membutuhkan. Akibatnya suasana belajar sangat memberatkan, membosankan, dan jauh dari suasana yang membahagiakan. Dari sinilah konflik demi konflik muncul sehingga pihak-pihak didalamnya mudah frustasi lantas mudah melampiaskan kegundahan dengan cara-cara yang tidak benar.
Untuk itulah makalah ini saya susun sebagai bahan kajian bagi guru atau pendidik agar dapat berperilaku dan bersikap profesional dalam menjalankan tugas mulia ini.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian dari latar belakang diatas maka permasalahan yang hendak dikaji adalah:
1. Bagaimana sikap dan perilaku guru yang profesional itu?
2. Mengapa sikap dan perilaku guru bisa menyimpang?
C. Manfaat dan Tujuan
1. Tujuan penyusunan makalah ini adalah untuk:
a. Mendeskripsikan penyebab sikap dan perilaku guru bisa menyimpang.
b. Mendeskripsikan sikap dan perilaku guru yang profesional.
2. Manfaat penyusunan makalah ini secara:
a.Untuk mengkaji sikap dan perilaku guru yang profesional.
b. Agar bermanfaat bag  para pendidik agar pendidik dapat bersikap dan berperilaku profesional


BAB II
PEMBAHASAN
A.Konsep Dasar Sikap dan Perilaku.
Thursthoen dalam Walgito (1990: 108) menjelaskan bahwa, sikap adalah gambaran kepribadian seseorang yang terlahir melalui gerakan fisik dan tanggapan pikiran terhadap suatu keadaan atau suatu objek. Berkowitz, dalam Azwar (2000:5) menerangkan sikap seseorang pada suatu objek adalah perasaan atau emosi, dan faktor kedua adalah reaksi/respon atau kecenderungan untuk bereaksi. Sebagai reaksi maka sikap selalu berhubungan dengan dua alternatif, yaitu senang (like) atau tidak senang (dislike), menurut dan melaksanakan atau menjauhi/menghindari sesuatu.
Dari pendapat tersebut dapat dikatakan bahwa sikap adalah kecenderungan, pandangan, pendapat atau pendirian seseorang untuk menilai suatu objek atau persoalan dan bertindak sesuai dengan penilaiannya dengan menyadari perasaan positif dan negatif dalam menghadapi suatu objek.
Struktur sikap siswa terdiri dari tiga komponen yang terdiri atas:
1. Komponen kognitif
Komponen ini berkaitan dengan pengetahuan, pandangan, dan keyakinan tentang objek. Hal tersebut berkaitan dengan bagaimana orang mempersepsi objek sikap.
2. Komponen afektif
Komponen afektif terdiri dari seluruh perasaan atau emosi seseorang terhadap sikap. Perasaan tersebut dapat berupa rasa senang atau tidak senang terhadap objek, rasa tidak senang merupakan hal yang negatif.. komponen ini menunjukkan ke arah sikap yaitu positif dan negatif.
3. Komponen konatif
Komponen ini merupakan kecenderungan seseorang untuk bereaksi, bertindak terhadap objek sikap. Komponen ini menunjukkan intensitas sikap, yaitu besar kecilnya kecenderungan bertindak atau berperilaku seseorang terhadap objek sikap.
Katz (dalam Walgito, 1990:110) menjelaskan bahwa sikap itu mempunyai empat fungsi, yaitu:
1. Fungsi instrumental atau fungsi penyesuaian, atau fungsi manfaat.
Fungsi ini berkaitan dengan sarana tujuan. Di sini sikap merupakan sarana untuk mencapai tujuan. Orang memandang sampai sejauh mana objek sikap dapat digunakan sebagai sarana dalam mencapai tujuan. Bila objek sikap dapat membantu seseorang dalam mencapai tujuannya, maka orang akan bersikap positif terhadap objek sikap tersebut. Demikian sebaliknya bila objek sikap menghambat dalam pencapaian tujuan, maka orang akan bersikap negatif terhadap objek sikap tersebut. Fungsi ini juga disebut fungsi manfaat, yang artinya sampai sejauh mana manfaat objek sikap dalam mencapai tujuan. Fungsi ini juga disebut sebagai fungsi penyesuaian, artinya sikap yang diambil seseorang akan dapat menyesuaikan diri secara baik terhadap sekitarnya.
2. Fungsi pertahanan ego
Ini merupakan sikap yang diambil oleh seseorang demi untuk mempertahankan ego atau akunya. Sikap diambil seseorang pada waktu orang yang bersangkutan terancam dalam keadaan dirinya atau egonya, maka dalam keadaan terdesak sikapnya dapat berfungsi sebagai mekanisme pertahanan ego.
3. Fungsi ekspresi nilai
Sikap yang ada pada diri seseorang merupakan jalan bagi individu untuk mengekspresikan nilai yang ada dalam dirinya. Dengan mengekspresikan diri seseorang akan mendapatkan kepuasan dan dapat menunjukkan keadaan dirinya. Dengan mengambil nilai sikap tertentu, akan dapat menggambarkan sistem nilai yang ada pada individu yang bersangkutan.
4. Fungsi pengetahuan
Fungsi ini mempunyai arti bahwa setiap individu mempunyai dorongan untuk ingin tahu. Dengan pengalamannya yang tidak konsisten dengan apa yang diketahui oleh individu, akan disusun kembali atau diubah sedemikian rupa sehingga menjadi konsisten. Ini berarti bila seseorang mempunyai sikap tertentu terhadap suatu objek, menunjukkan tentang pengetahuan orang tersebut objek sikap yang bersangkutan. .
B. Sikap dan Perilaku Guru yang Profesional
Pemerintah sering melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas guru, antara lain melalui seminar, pelatihan, dan loka karya, bahkam melalui pendidikan formal bahkan dengan menyekolahkan guru pada tingkat yang lebih tinggi. Kendatipun dalam pelakansaannya masih jauh dari harapan, dan banyak penyimpangan, namun paling tidak telah menghasilkan suatu kondisi yang yang menunjukkan bahwa sebagian guru memiliki ijazah perguruan tinggi.
Latar belakang pendidikan ini mestinya berkorelasi positif dengan                kualitas pendidikan, bersamaan dengan faktor lain yang mempengaruhi.              Walaupun dalam kenyataannya banyak guru yang melakukan kesalahan-kesalahan. Kesalahan-kesalahan yang seringkali tidak disadari oleh guru dalam pembelajaran ada tujuh kesalahan. Kesalahan-kesalahan itu antara lain:
  1. mengambil jalan pintas dalam pembelajaran,
  2. menunggu peserta didik berperilaku negatif,
  3. menggunakan destruktif discipline,
  4. mengabaikan kebutuhan-kebutuhan khusus (perbedaan individu) peserta didik,
  5. merasa diri paling pandai di kelasnya,
  6. tidak adil (diskriminatif), serta
  7. memaksakan hak peserta didik (Mulyasa, 2005:20).
Untuk mengatasi kesalahan-kesalahan tersebut maka seorang guru yang profesional harus memiliki empat kompetensi. Kompetensi tersebut tertuang dalam Undang-Undang Dosen dan Guru, yakni:
  1. kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik, yang meliputi pemahaman,perancangan dan pelaksanaan pembelajaran,evaluasi hasil pembelajaran, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai kopetansi yang dimiliki.
  2. kompetensi kepribadian adalah kemampuan kepribadian yang mantap, berakhlak mulia, arif, dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik,
  3. kompetensi profesional adalah kamampuan penguasaan materi pelajaran luas mendalam,
  4. kompetensi sosial adalah kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik, sesama guru, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.
Sikap dikatakan sebagai suatu respons evaluatif. Respon hanya akan timbul, apabila individu dihadapkan pada suatu stimulus yang dikehendaki adanya reaksi individual. Respon evaluatif berarti bahwa bentuk reaksi yang dinyatakan sebagai sikap itu timbul didasari oleh proses evaluasi dalam diri individu yang memberi kesimpulan terhadap stimulus dalam bentuk nilai baik buruk, positif negatif, menyenangkan-tidak menyenangkan, yang kemudian mengkristal sebagai potensi reaksi terhadap objek sikap (Azwar, 2000: 15).
Sedangkan perilaku merupakan bentuk tindakan nyata seseorang sebagai akibat dari adanya aksi respon dan reaksi. Menurut Mann dalam Azwar (2000) sikap merupakan predisposisi evaluatif yang banyak menentukan bagaimana individu bertindak, akan tetapi sikap dan tindakan nyata seringkali jauh berbeda. Hal ini dikarenakan tindakan nyata tidak hanya ditentukan oleh sikap semata namun juga ditentukan faktor eksternal lainnya.
Namun sayangnya justru kemampuan yang bersifat teknis ini yang menjadi primadona dalam pendidikan yang dianggap modern sekarang ini. Bahkan kompetensi teknis ini dijadikan basis utama dari proses belajar mengajar. Jelas hal ini bukan solusi, bahkan akan membuat permasalahan semakin menjadi. Semakin menggelembung dan semakin sulit untuk diatasi.
Menurut Danni Ronnie M ada enam belas pilar agar guru dapat mengajar dengan hati. Keenam belas pilar tersebut menekankan pada sikap dan perilaku pendidik untuk mengembangkan potensi peserta didik. Enam belas pilar pembentukan karakter yang harus dimiliki seorang guru, antara lain:
  1. kasih sayang,
  2. penghargaan,
  3. pemberian ruang untuk mengembangkan diri,
  4. kepercayaan,
  5. kerjasama,
  6. saling berbagi,
  7. saling memotivasi,
  8. saling mendengarkan,
  9. saling berinteraksi secara positif,
  10. saling menanamkan nilai-nilai moral,
  11. saling mengingatkan dengan ketulusan hati,
  12. saling menularkan antusiasme,
  13. saling menggali potensi diri,
  14. saling mengajari dengan kerendahan hati,
  15. saling menginsiprasi,
  16. saling menghormati perbedaan.
Jika para pendidik menyadari dan memiliki menerapkan 16 pilar pembangunan karakter tersebut jelas akan memberikan sumbangsih yang luar biasa kepada masyarakat dan negaranya.
C. Faktor Penyebab Sikap dan Perilaku Guru Menyimpang
Pendidikan merupakan upaya untuk mencerdaskan anak bangsa. Berbagai upaya pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan telah dilaksanakan walapun belum menunjukkan hasil yang optimal. Pendidikan tidak bisa lepas dari siswa atau peserta didik. Siswa merupakan subjek didik yang harus diakui keberadaannya. Berbagai karakter siswa dan potensi dalam dirinya tidak boleh diabaikan begitu saja. Tugas utama guru mendidik dan mengembangkan berbagai potensi itu.
Jika ada pendidik (guru) yang sikap dan perilakunya menyimpang karena dipengaruhi beberapa faktor. Pertama, adanya malpraktik (meminjam istilah Prof Mungin) yaitu melakukan praktik yang salah, miskonsep. Guru salah dalam menerapkan hukuman pada siswa. Apapun alasannya tindakan kekerasan maupun pencabulan guru terhadap siswa merupakan suatu pelanggaran.
Kedua, kurang siapnya guru maupun siswa secara fisik, mental, maupun emosional. Kesiapan fisik, mental, dan emosional guru maupun siswa sangat diperlukan. Jika kedua belah pihak siap secara fisik, mental, dan emosional, proses belajar mengajar akan lancar, interaksi siswa dan guru pun akan terjalin harmonis layaknya orang tua dengan anaknya.
Ketiga, kurangnya penanaman budi pekerti di sekolah. Pelajaran budi pekerti sekarang ini sudah tidak ada lagi. Kalaupun ada sifatnya hanya sebagai pelengkap, lantaran diintegrasikan dengan berbagai mata pelajaran yang ada. Namun realitas di lapangan pelajaran yang didapat siswa kabanyakan hanya dijejali berbagai materi. Sehingga nilai-nilai budi pekerti yang harus diajarkan justru dilupakan.
Bagaimanapun juga kualitas pendidikan di Indonesia harus mampu bersaing di dunia internasional. Sikap dan perilaku profesional seorang pendidik akan mampu membawa dunia pendidikan lebih berkualitas. Dengan demikian diharapkan mampu mewujudkan tujuan pendidikan nasional Indonesia yaitu membentuk manusia Indonesia seutuhnya. 
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa sikap dan perilaku guru yang profesional adalah mampu menjadi teladan bagi para peserta didik, mampu mengembangkan kompetensi dalam dirinya, dan mampu mengembangkan potensi para peserta didik. Sikap dan perilaku guru yang profesional mencakup enam belas pilar dalam pembangun karakter. Keenam belas pilar tersebut, yakni kasih sayang, penghargaan, pemberian ruang untuk mengembangkan diri, kepercayaan, kerjasama, saling berbagi, saling memotivasi, saling mendengarkan, saling berinteraksi secara positif, saling menanamkan nilai-nilai moral, saling mengingatkan dengan ketulusan hati, saling menularkan antusiasme, saling menggali potensi diri, saling mengajari dengan kerendahan hati, saling menginsiprasi, saling menghormati perbedaan.
Sikap dan perilaku guru dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor yang mempengaruhinya berupa faktor eksternal dan internal. Oleh karena itu pendidik harus mampu mengatasi apabila kedua faktor tersebut menimbulkan hal-hal yang negatif.
B. Saran
Para pendidik, calon pendidik, dan pihak-pihak yang terkait hendaknya mulai memahami, menerapkan, dan mengembangkan sikap-sikap serta perilaku dalam dunia pendidikan melalui teladan baik dalam pikiran, ucapan, dan tindakan. 
DAFTAR PUSTAKA
Azwar Saifuddin, 2000. Sikap Manusia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Mulyasa, 2005. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Ronnie M. Dani, 2005. Seni Mengajar dengan Hati. Jakarta: Alex Media Komputindo.
Undang-Undang nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Jakarta: BP. Media Pustaka Mandiri.
Walgito, Bimo 1990. Psikologi Sosial Suatu Pengantar. Yogyakarta: Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi UGM.
www.Geogle.com

laporan PKL / Laporan Study Tour

BAB I
PENDAHULUAN
  1. A.    Latar Belakang
Pada tahun 1980 perguruan besar PGRI mendirikan yayasan pembina lembaga pendidikan (YPLP) PGRI pusat dengan tugas diantaranya memberikan pelayanan yang lebih baik dalam rangka pengembangan perguruan tinggi PGRI di seluruh Indonesia. Pendirian YPLP PGRI ini dilakukan melalui akte notaris Mohammad Ali nomor 21 tanggal 31 Maret 1980 di Jakarta.
Sesuai dengan perkembangan zaman, tentunya perguruan tinggi PGRI seluruh Indonesia mengalami berbagai perkembangan. Untuk mengetahui perkembangan Perguruan PGRI seluruh Indonesia maka IKIP PGRI BALI melakukan study banding ke salah satu perguruan PGRI di Jakarta yaitu Universitas Indraprasta (UNINDRA) PGRI.
UNINDRA dipilih sebagai tempat melakukan study banding karena statusnya yang masih bersama-sama bernaung dalam yayasan pembinaan lembaga pendidikan PGRI. Selain itu UNINDRA memiliki status terakreditasi A untuk jurusan matematika dan terakreditasi B untuk jurusan biologi. Sebagai perguruan tinggi swasta yang terletak di Ibukota tentunya lebih cepat ter update dengan perubahan yang terjadi di dunia pendidikan perguruan tinggi.
Study banding ini dilakukan dalam rangka meningkatkan dan mengembangkan mutu pendidikan IKIP PGRI BALI khususnya FPMIPA, sebagai salah satu perguruan tinggi swasta yang ada di Bali. Perbandingan yang dapat diperoleh seperti dari aspek pendidikan, proses belajar-mengajar, ketersediaan sarana dan prasarana, serta keorganisasian dalam kelembagaan UNINDRA.
Dari hasil studi banding yang telah dilakukan, diharapkan memperoleh banyak masukan yang dapat diterapkan di IKIP PGRI BALI khususnya pada Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Sehingga dapat memajukan dan meningkatkan kualitas pendidikan di IKIP PGRI BALI. Oleh karena itu, dengan kegiatan studi banding yang telah dilakukan mampu memberikan kontribusi positif sebagai langkah dalam mewujudkan visi dan misi yang telah dicanangkan oleh FPMIPA IKIP PGRI BALI.

  1. B.     Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang digunakan adalah sebagai berikut:
  1. Bagaimana sejarah berdirinya Universitas Indraprasta PGRI?
  2. Bagaimana kondisi fisik Universitas Indraprasta PGRI khususnya di Fakultas Tekhnik Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam?
  3. Bagaimana kondisi non-fisik khususnya pada susunan kelembagaan dan kurikulum di Universitas Indraprasta PGRI?
C. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan yang dapat kita peroleh sebagai berikut:
  1. Untuk mengetahui sejarah berdirinya Universitas Indraprasta PGRI.
  2. Untuk mengetahui keadaan fisik Universitas Indraprasata khususnya di Fakultas Tekhnik Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.
  3. Untuk mengetahui keadaan non-fisik khususnya pada susunan kelembagaan dan kurikulum di Universitas Indraprasta PGRI.
D. Manfaat Penulisan
Adapun manfaat yang dapat kita peroleh, sebagai berikut:
1.     Bagi Mahasiswa
  1. Mahasiswa dapat menambah wawasan dalam penyusunan laporan.
  2. Mahasiswa dapat mengetahui perkembangan UNINDRA PGRI.
2.     Bagi Dosen
  1. Dosen dapat memperluas wawasan tentang kurikulum yang ada di Universitas Indraprasta PGRI.
  2. Dosen dapat memperkaya metode pengajaran yang dapat diterapkan di IKIP PGRI BALI.
3. Bagi Fakultas
  1. Bahan pertimbangan/masukan dalam memajukan fakultas baik itu peningkatan mutu dalam    bidang akademis maupun non-akademis.
  2. Untuk menambah wawasan dalam pengelolaan kelembagaan fakultas, terutama dalam peningkatan kualitas pelayanan kepada mahasiswa dan peningkatan kualitas proses belajar mengajar
silahkan dwonload link dibawah ini untuk mendapatkan isi selengkapnya
laporan PKL

BANGUNAN RUANG SISI DATAR

BAB II
PEMBAHASAN


2.1  PENJELASAN TENTANG PRISMA

      Prisma adalah bangun ruang yang dibatasi oleh dua bidang yang sejajar ( bidang alas dan bidang atas ) dan oleh bidang lain yang saling berpotongan menurut rusuk-rusuk sejajar.

      Jenis – Jenis Prisma :
Berdasarkan bentuk bidang alas, prisma dapat disebut sebagai “ prisma segi- n” :
- Jika bidang alasnya berbentuk segitiga disebut prisma segitiga
- Jika bidang alasnya berbentuk segiempat disebut prisma  segiempat dan setrusnya.
- Jika prisma yang bidang alasnya jajaran genjang disebut prisma pararelepipedum.

Ditinjau dari rusuk-rusuk prisma, prisma dapat disebut sebagai :
-    Prisma tegak adalah prisma yang rusuk-rusuk tegaknya tegak lurus terhadap bidang
alas.
-    Prisma miring adalah prisma yang rusuk-rusuk tegaknya tidak tegak lurus terhadap
bidang alas.

Contoh gambar sebagai berikut :


Sifat – sifat prisma tegak, prisma miring, dan prisma sigi- n beraturan :
  1. Bidang alas dan bidang atasnya sejajar serta bentuknya sama dan sebangun.
  2. Bidang sisi tegak berbentuk jajargenjang.
  3. Semua rusuk tegak sejajar dan sama panjang.
  4. Semua bidang diagonalnya berbentuk  jajargenjang.
  5. Benyak bidang diagonal pada prisma segi-n adalah  n/2(n-3).
  6. Banyak diagonal ruang pada prisma segi-n adalah  n(n-3)

Luas selubung prisma segi-n beraturan =  (keliling bidang alas segi-n)  x (panjang rusuk tegak )

      Luas Permukaan Prisma  = (luas bidang alas + luas selubung + luas bidang alas)
      2 volume prisma =  volume balok
2 volume prisma =  panjang x lebar x tinggi
Volume prisma   =  ½ x panjang x lebar x tinggi
Volume prisma   =  (1/2 x luas alas balok) x tinggi
Volume Prisma =  Luas alas x tinggi

Contoh soal :
  1. Hitunglah volume prisma segilima jika luas alasnya 50cm2 dan tingginya  15cm! Jawab    :  Diket :  Luas alas  = 50 cm2
Tinggi      = 15 cm

Dihit :  Volume prisma ?
Hitungan :
Volume prisma   =  luas alas x tinggi
=  50 cm2  x 15 cm     
                                                                                            =  750 cm3
Jadi, volume prisma segilima adalah 750 cm3
Untuk mendapatkan data selengkapnya, click link di bawah ini:
Bangunan ruang sisi datar

BANGUNAN RUANG SISI LENGKUNG

BAB II
PEMBAHASAN
2. Bangun Ruang Sisi Lengkung
2.1. Tabung (Silinder )
1. Jaring-jaring Tabung
Kita dapat mengetahui bahwa tabung atau silinder tersusun dari tiga buah bangun datar, yaitu:
a. Dua buah lingkaran sebagai alas dan atap silinder,
b. Satu buah persegi panjang sebagai bidang lengkungnya atau selimut tabung.
Rangkaian dari ketiga bidang datar itu disebut sebagai jaring-jaring tabung.
r
r
2πr
t
Gambar 2.1 jaring-jaring tabung


Gambar 2.1 menunjukkan jaring-jaring sebuah tabung dengan jari-jari alas dan atapnya yang berupa lingkaran adalah r dan tinggi tabung adalah t.
Jaring-jaring tabung terdiri atas:
a. Selimut tabung yang berupa persegi panjang, dengan panjang selimut sama dengan keliling                 lingkaran alas tabung 2πr dan lebar selimut sama dengan tinggi tabung t.
b. Dua lingkaran dengan jari-jari r.


2. Menghitung Luas Selimut dan Volume Tabung
Sebuah benda berbentuk tabung memiliki jari-jari r dan tinggi t.
a. Luas Selimut
Dengan memerhatikan gambar 2.1, kita dapat mengetahui bahwa luas seluruh permukaan tabung atau luas sisi tabung merupakan jumlah dari luas alas ditambah luas selimut dan luas atap. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar jaring-jaring tabung sekali lagi.

Sehingga kita dapatkan rumus:

b. Volume Tabung
Tabung merupakan pendekatan dari prisma segi-n, dimana n mendekati tak hingga. Artinya, jika rusuk-rusuk pada alas prisma diperbanyak maka akan membentuk sebuah tabung dimana hanya mendekati satu bidang alas, satu bidang atas dan satu sisi tegak. Karena alas dan tutup
download link dibawah ini untuk mendapatkan file selengkapnya:
BAGUNAN RUANG SISI LENGKUNG

GEOMETRI DATAR

Geometri dalam matematika cendrung mempelajari titik-titik (ilmu ukur) yang ada.
ý  Perkembangan Geometri
Fase I
Perkembangan geometri pada fase I objeknya adalah benda-benda konkrit (benda-benda alam yang berada di sekeliling kita ini). Contoh: batu,batako,kayu,besi,dll. Mengamati benda-benda yang ada di alam dengan engguakan metode impiris (tidak memberi perlakuan pd objek yang ada). Setelah menggunakan metode impiris, diproleh rumus dengan menggunakan metode induksi.


Fase II
Perkembangan geometri pada fase II, objek tidak lagi benda-benda konkrit(benda-benda alam yang ada). Melainkan benda-benda yang ada dalam pikiran manusia. Contoh : garis lurus mempunyai panjang namun tidak memiliki lebar (di alam pikiran manusia), kertas dilipat-lipat dapat menjadi banggun geometri.
Membawa benda konkrit ke dalam pikiran manusia,melalui proses :
š  Proses idealisasi
Proses menyempurnakan dari pada benda-benda konkrit ke benda-benda alam pikiran. Contoh: benag yang penampangnya sangat kecil sehingga penampangnya tidak ada.
š Proses abstraksi
Dari benda/objek yang diamati ini hanya sebagai yang diamati. Dalam proses perkembanggan geometri pada fase II pada awalnya belum di temukan hubungan dalil yang satu ke dalil yang lainnya juga teorema, asioma,lema. Dengan perkembanggan IPTEK yang begitu cepat sehingga perkembanggan matematikapun menggikuti akhirnya para ahli matematika mencoba menghubungkan dalil,teorema,aksioma dan lema yang satu dengan yang lainnya.
ý  Hypokraktus

 Phitagoras



L¼r=L¼ l+L¼ n
V+III+IV=I+III+II+IV
V=I+II

Fase III
Perkembanggan geometri pada fase III ini, objeknya tidak lagi berbicara benda-benda alam, melainkan benda-benda yang ada di alam pikiran manusia. Jadi metode pendekatan induktif tidak diperkenankan digunakan pada fase III melainkan dalam proses pendekatan ini, kita coba gunakan metode deduktif ] umum ] khusus.
 Fase IV
Perkembanggan geometri pada fase IV setelah proses perkembanggan I,II, dan III pada fase IV objeknya tidak hanya bangun-bangun geometri saja melainkan keseluruhan dari pada materi matematika yang ada asalkan tidak bertentangan dengan aksioma, teorema, dalil dan lema tidak bertentangan dengan aksioma yang lain. Misalnya kita tidak hanya membicarakan tentang garis lurus, lingkaran melainkan berbicara aljabar, kalkulus dan materi yang lainnya.

Untuk mendapatkan file yang lengkap silahkan dwonload link di bawah ini:
Geometri datar

Laporan On The Job Training SMK

BAB I
PENDAHULUAN
1.1         Latar Belakang
Perkembangan pariwisata di industri pada umumnya di Bali pada khususnya telah didasarkan oleh semua golongan masyarakat mulai dari bawah sampai atas. Dewasa ini perkembangan pariwisata alam. Perkembangan pariwisata tersebut mempunyai pengaruh yang besar terhadap penghasilan negara. Maka dari itu pemerintah dewasa ini berminta untuk meningkatkan pariwisata budaya.
Perkembangan pariwisata yang tidak terlepas dari aspek dan dampak positif  maupun negatif yang akan ditimbulkan. Dampak negatifnya yaitu biasanya mendatangkan kerugian dan kehancuran sebagai Bangsa dan Negara karena adanya pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia. Yang perlu kita tanggulangi adalah dampak-dampak negatif tersebut dan dampak positifnya perlu ditiru dan dikembangkan.
Salah satu cara untuk keberhasilan dunia pariwisata adalah mempersiapkan, melatih dan mendidik calon-calon tenaga terampil dan propesional dalam bidang pariwisata.
Yang sangat penting bagi keberhasilan dan kesusksesan program pariwisata yang dicanangkan oleh pemerintah adalah tersedianya tenaga kerja yang terampil. Untuk mendukung keberhasilan ini dilaksanakan program pariwisata, yaitu program on the job training di masing-masing sekolah pariwisata.
 
BAB II
TUJUAN UMUM HOTEL
2.1     Sejarah Hotel
The Royal Pita Maha dibangun dengan melihat peluang dan prospek usaha yang cukup menjanjikan di area bantaran sungai Ayung dengan memandang lembah yang hijau
Silahkan Dwoanload untuk selengkapnya:
Laporan On The Job Training Bag F&B Production In The Royal Pita Maha